REVIEW DRAMA KOREA IT'S OK THATS LOVE

Singkat, padat, jelas ya : Drama korea ini BAGUS, terutama buat yang tertarik dengan dunia psikologi dan penyakit mental. Selain plot dan alur yang dirancang mateng – dari awal ampe akhir jelas benang merahnya – akting pemeran2nya juga OKE, soundtracknya KEREN-KEREN, dan permasalahan yang dikupas cukup dalam untuk orang awam, tapi juga gak terlalu simpel untuk yang udah paham dengan yang namanya mental illness. Banyak scene yang memperlihatkan metode psikiater Korsel dalam menangani kasus kepribadian (parah maupun ringan) terus dibarengi dengan istilah2 medis dan penjelasannya😉.
Gue suka banget2 lah pokoknya.
Range Umur : 18++, karena ada penggambaran s*x secara implisit dan banyak ceyum2 (BANYAK BANGET). Ini gak bisa dihindari karena salah satu pemerannya punya phobia s*x. Ini juga salah satu alasan kenapa gue piki kayaknya gak bakal masuk tivi indo (kalaupun masuk juga banyak dipotong2 dong?) jadi mending langsung cari streaming/donlot aja, Gan.
Rating dari gue : 8,5 dari 10😛 (karena kalau buat gue, ceritanya udah ketebak ama gue dari eps 1, tapi tetep menarik ditonton sampe abis karena aktingnya bagus banget T-T. Terus meskipun genrenya komedi, lebih banyak melodramanya :P)
Aktor : Jo In Sung (That Winter The Wind Blows), Gong Hyo Jin (Pasta, Master’s Sun, The Greatest Love), Lee Kwang Soo (Running Man), D.O. EXO, Sun Dong Il.
Genre : Romance, Comedy, Medical drama
Writer : Noh Hee Kyung
Jumlah Episode : 16

———SETELAH INI SPOILER————

Jadi, inti ceritanya sih (dari yang gue tangkep) adalah 4 orang yang hidup bersama dalam satu rumah :
  • Jang Jae Yul (Jo In Sung) novelis terkenal yang menderita OCD
  • Ji Hae Soo (Gong Hyo Jin) psikiater yang memiliki masalah dengan komitmen dan s*x phobia
  • Jo Dong Min (Sun Dong Il) psikiater (senior Ji Hae Soo) yang sudah menikah lagi tapi masih memiliki hubungan yang rumit dengan mantan istrinya sekaligus kolega sesama psikiater : Lee Young Jin (Jin Kyung)
  • Park Soo Kwang (Lee Kwang Soo) pelayan kafe, termuda di antara penghuni lainnya, penderitasindrom Tourette
sbs_eab49cecb0aeec9584_ec82aceb9e91ec9db4ec95bc_ed8facec8aa4ed84b0_ec9b90ebb3b80-1
Semuanya punya masalah kepribadian masing2, saling mendukung dan menjaga satu sama lain. Jae Yul adalah penghuni terbaru rumah itu, jadi plot ceritanya banyak berpusat pada proses Jae Yul, Hae Soo dan penghuni lainnya (beserta orang2 di sekeliling mereka) berinteraksi dan mengenal lebih jauh satu sama lain. Lalu pelan2 mulai deh dijelasin kenapa Hae Soo punya masalah dengan komitmen dan s*x phobia, kenapa Soo Kwang tinggal bareng 2 psikiater tersebut bukan tinggal sama keluarganya, kenapa Jae Yul punya OCD, kerumitan macam apa yang dimiliki Dong Min sama mantan istrinya : Young Jin.
Dan sebagainya.
Terus Hae Soo dan Jae Yul jatuh cinta. Hae Soo, meskipun seorang psikiater, punya pribadi yang sangat complicated. Menurut gue lumayan keren sih karena ngasi liat bahwa semua orang bisa punya mental illness, bahkan orang yang kerjaan sehari2nya mencari jalan untuk meringankan penyakit mental orang lain macam Hae Soo dan Dong Min, dan Young Jin. Hubungan Hae Soo dengan Jae Yul membantu Hae Soo untuk bisa lebih terbuka dan berani, pelan2 dia bisa menghilangkan phobianya.
cover01-pakeplat
Jae Yul dan Hae Soo
Saat relationship di antara mereka udah lebih serius, baru plot twist utama ceritanya disuguhkan :
Jae Yul menderita skizofrenia.
Jadi sepanjang drama, mulai dari awal, Jae Yul itu punya fans cowok namanya Kang Woo. Diceritain Kang Woo itu baru kelas 2 SMA, pengen jadi penulis. Jae Yul bersimpati sama Kang Woo karena latar belakang keluarga mereka mirip. Selama 3 tahun Jae Yul dan Kang Woo berkomunikasi (umumnya kalau bukan Kang Woo yang curhat soal keluarganya, Kang Woo minta saran buat draft novelnya) ternyata cuma Jae Yul yang pernah ketemu Kang Woo. Sisanya, editor dan publicist Jae Yul, keluarga Jae Yul, temen2nya, gak ada yang pernah ketemu Kang Woo. Mereka cuma pernah denger Jae Yul bahas soal Kang Woo doang, termasuk Hae Soo.
Lalu ada satu kejadian yang membuat orang2 di sekitar Jae Yul sadar kalau Kang Woo itu gak eksis, itu adalah halusinasi dari Jae Yul. Setelah pemeriksaan lebih lanjut (scan otak blablabla) Jae Yul divonis menderita skizofrenia dan membutuhkan perawatan ahli secepatnya.
Satu hal yang gue suka dari drama ini karena mereka ngasi infonya cukup detail. Jadi dijelasin kenapa gejala skizofrenia Jae Yul semakin parah justru setelah hubungannya dan Hae Soo makin serius –> karena skizofrenia-nya muncul karena rasa bersalah Jae Yul terhadap kakak laki2nya Jae Bum, yang terpaksa dipenjara 14 tahun karena tuduhan membunuh ayah tiri mereka, padahal Jae Yul tahu bahwa Jae Bum sama sekali gak bersalah, tapi situasi membuat Jae Yul terpaksa berbohong.
Karena rasa bersalah itu, penderita makin merasa jahat saat dia bahagia, makanya semakin dia deket ama Hae Soo, Kang Woo makin sering muncul sebagai halusinasinya. Puncak rasa bersalah itu bunuh diri, makanya harus cepet ditangani.
Ohya, tapi ini gue cerita2 dan asumsi berdasar drama ya. Yang emang berkecimpung di bidang psikogis tolong silakan koreksi dan tambahkan kalau mau:)
74-its-okay-thats-love-episode-14-review-jo-in-sung-korean-drama-fashion
Kang Woo dan Jae Yul
Hal kedua yang mau gue garisbawahi adalah, drama ini juga ngasi liat reaksi dari orang2 di sekitar penderita(dalam hal ini Jae Yul yang menderita skizofrenia). Diceritain satu-persatu mulai dari orang pertama yang tahu kalau Jae Yul sakit, yaitu Tae Yong, terus Dong Min, terus Hae Soo, terus ibunya.
Tahu bahwa orang yang kalian sayang itu menderita skizofrenia atau penyakit mental lainnya (yang terhitung berat dan mengarah pada bunuh diri) itu ga gampang. Pas tahu miris, setelah orangnya dalam penanganan lebih miris karena efek samping obatnya bisa berpengaruh ke cara sosialisasi dan pikir.
Rasanya kayak orangnya ada di depan kalian tapi orang yang kalian kenal udah ilang, terus bertanya2 apakah orang itu bisa balik lagi seperti semula atau selamanya akan tetap begitu – dan kalau emang gak akan balik lagi, apakah itu orang yang sama dengan yang kalian kenal dulu?.
Terus pas tahu lebih dalam pun belum tentu merasa lebih baik, karena setelah tahu/bisa menduga trigger dan trauma yang membuat penyakit mental itu muncul, ada rasa miris dan nyesel kenapa gak kenal dari dulu atau kenapa gak tahu dari dulu aja biar bisa cegah. Mungkin kalau waktu itu ada yang bantu, ada yang dukung, ada yang bimbing, ada yang sayang dan peduli, gak akan separah ini jadinya.
Tapi lagi2 terbentur kenyataan bahwa, pada akhirnya yang paling banyak berperan adalah si penderita itu sendiri. Dia mau coba membuka diri apa enggak. Mau coba manage ulang dirinya lagi apa enggak. Lalu gimana kalau ternyata dia  merasa bahwa hidupnya (dan orang2 di sekitarnya termasuk lo) gak cukup worth it untuk dipertahankan?
Terus gimana?
Episode 13 ke atas itu paling bangkek lah nangisnya. Prets sekali. Paling kurang ajar itu episode 15 akhir dan 16 awal. *peres sapu tangan*
Gak semuanya bisa gue ceritain di sini (karena plot twistnya agak banyak dan panjang ya, ini aja udah panjang tapi sebenernya semacam baru 40 %), tapi gue berani bilang kalau ini drama rasanya anget banget di hati. Miris, bikin nangis kejer, tapi di saat yang sama hangat dan kasih harapan:). Wajib tonton! Ini satu dari sedikit drama yang plot dan soundtracknya sama2 keren. Soundtracknya gue suka banget, hampir setiap lagunya gue googling, makanya nontonnya jadi rada lama, tapi gue lebih suka lagi sama plotnya:)
Scene yang paling berbekas adalah ini :

Jae Yul (Jo In Sung) dan Kang Woo (D.O. EXO)
Karena ditutup dengan scene ini :
okaylove4-00572
T-T *brb nangis bombay*
Jo In Sung itu bukan favorit gue, tapi emang aktingnya dia bagus banget sih di sini T-T.
Huhu, kalau soal soundtrack udah gue cicil2 dari kemaren2 ya, favorit gue adalah “Cross My Mind” by Twin Forks sama “Hero” by Family of the Year. Dua hari ini ngerjain gambar soundtracknya mainly dua lagu itu😛. Liriknya mezik sekali, sungguh mengena, cocok ama dramanya😀
Oh ya, masih dari drama ini juga, katanya ya, salah satu sebab penyakit mental itu kurang komunikasi. Jadi mulai sekarang, ajarkan pada diri sendiri dan orang2 sekitar tersayang (terutama yang masih di bawah umur) untuk jujur dan terbuka. Sekuat apapun seseorang, gak ada manusia yang gak terpuruk sesekali dan butuh sharing. Sesekali, gapapa kok untuk all out, gak usah mikir nyusahin orang atau malu:). Everyone’s a little bit crazy anyway😀.
Pokoknya nonton deh huhuhu bagussss =_= *belum bisa move on*
It's_Ok,_This_is_Love-0008
ayo hepi lagi!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seminar Nasional Membangun Budaya Digital di Perguruan Tinggi